SELAMAT DATANG DI BLOG BANTENG MTs NU 09 GEMUH

Kamis, 06 November 2014

Dedikasi untuk bangsa

Dedikasi untuk Bangsa

 

Saat  kita sudah lepas dari masa-masa pendidikan kita, saat kita sudah memiliki suatu pekerjaan yang kita kerjakan, kita tidak boleh melupakan apa yang bisa kita lakukan yang terbaik secara maksimal dari pekerjaan kita terhadap bangsa kita selain memikirkan bagaimana kita mencari nafkah untuk hidup sehari-hari kita. Jika bercerita tentang diri saya, saya kini adalah seorang mahasiswa kedokteran yang pada akhirnya akan menjadi dokter/orang-orang yang akan ikut berkontribusi melakukan pekerjaan kemanusiaan di bidang kesehatan.
                Banyak hal yang dapat dilakukan saat saya nanti bisa menjadi seorang dokter. Apalagi saya akan langsung berhubungan dengan manusia, mereka akan langsung merasakan apa yang saya berikan. Hal yang saya berikan baik atau buruk akan mereka rasakan secara langsung. Sehingga perlu saya perlu berhati-hati akan hal itu. Mengapa? Karena ketika kita nanti menjadi dokter yang akan menghadapi manusia, ada banyak hal yang harus dipikirkan. Kita bukan saja akan memperhatikan atau memikirkan terpusat pada bagaimana caranya menyembuhkan penyakit pasien itu, tapi kita pun harus memikirkan dari sisinya yang lain, yaitu dari sisi psikologis dan juga sisi ruhaninya.
                Saat kita menjadi dokter nanti, kita bisa memberikan bentuk dedikasi melalui kita menjadi seorang dokter yang baik yang terus memegang teguh janji sumpah dokter yang telah kita ucapkan berdasarkan Tuhan Yang Maha Esa dan terus melakukan pekerjaan kita dengan mempertahankan nilai-nilai moral yang ada.  Saat kita menjadi dokter yang baik dan benar, kita sudah memberikan banyak hal untuk Bangsa kita. Hal itu bisa kita lakukan dari sekarang, dari saat kita masih menempuh pendidikan kita sebagai seorang dokter. Saat kita belajar sekarang, satu hal yang harus selalu kita ingat tapi butuh komitmen besar untuk menjalankannya yaitu dengan kita menjadikan target kita belajar saat ini bukan hanya sekedar untuk ujian atau mendapat nilai yang bagus, tapi jadikan pula bahwa pada akhirnya kita akan berhadapan dengan nyawa seseorang yang harus kita bantu sembuhkan dan kita bantu pertahankan. Jadi, tidak boleh main-main. Salah memberikan penanganan atau pengobatan, bisa satu atau mungkin lebih nyawa pasien kita yang akan melayang. Setelah itu? Setelah itu kita dengan mudahnya mengatakan bahwa itu semua sudah kehendak Tuhan Yang Maha Esa, padahal sebenarnya itu adalah kesalahan yang telah kita buat. Tapi bukan berarti kita akan selalu mampu menyembuhkan pasien-pasien kita saat kita sudah melakukan segala prosedur dengan baik dan benar, segala hal itu pun ada campur tangan dari Tuhan.
                Dedikasi dokter Indonesia itu begitu berarti perannya untuk memperbaiki pemikiran-pemikiran masyarakat Indonesia. Jadi sangat disayangkan, saat seorang mahasiswa Indonesia yang mengambil kuliah kedokteran di luar negeri tapi kemudian mereka tidak mau kembali ke Indonesia hanya karena merasa bahwa saat kembali ke Indonesia, dia tidak mendapat gaji/upah kerja sebesar di luar negeri. Sangat disayangkan ketika mahasiswa tersebut tidak berpikiran untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik di dalam bidang kesehatan. Sangat disayangkan saat mahasiswa itu sudah mendasari segala apa yang dikerjakan hanya untuk mengejar keuntungan semata.
                Tetapi, dedikasi kita nantinya sebagai dokter pun sebenarnya tidak hanya dalam memperbaiki kesehatan masyarakat dari fisiknya saja. Seperti telah disebutkan sebelumnya, kita pun bisa menambah pahala kita sebagai dokter dengan memikirkan sisi psikologis dan ruhani pasien-pasien kita. Pasti kita pun pernah mendengar saat ada seseorang yang merasa sakit tapi saat diperiksa pasien itu tidak diketahui adanya yang berubah dari keadaan fisiologis normal tubuhnya. Saat diperiksa pun, tubuhnya dinyatakan sehat. Tapi ternyata sakit yang dirasakan oleh pasien itu dikarenakan adanya masalah dalam hidup atau stress yang menyebabkan bisa menurunnya sistem imun tubuh pasien tersebut.
 Kita sebagai dokter pun harus sadar akan hal itu. Tidak semua penyakit yang ada dirasakan oleh seorang pasien hanya dengan memberikannya obat yang sebenarnya racun untuk tubuh. Maka dari itu, sebagai langkah untuk menjadi dokter yang berdedikasi untuk bangsa kita dari hal kecil adalah dengan mau mendengarkan cerita pasien kita, mau meluangkan waktu kita untuk terus mencari tahu penyebab penyakit yang pasien kita rasakan. Kita pun sering mendengar bahwa banyak sekali masyarakat Indonesia yang berobat ke RS. Mount Elisabeth, Singapura. Meski biaya pengobatan disana jauh lebih mahal, mereka yang memang memiliki uang lebih seakan tidak peduli.  Selain karena peralatan medis yang lebih lengkap, mereka hanya mengejar satu hal dari dokter-dokter disana, yaitu mereka mau meluangkan waktunya untuk mendengar cerita pasiennya dan mereka mau menjawab segala pertanyaan yang diajukan oleh pasien mereka serta menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh pasien mereka. Hanya karena sekarang makin sedikit dokter Indonesia yang mau mendengarkan cerita pasiennya apalagi menjawab pertanyaan pasiennya, kualitas dokter Indonesia dianggap menurun atau malah buruk dalam hal komunikasi dengan pasien. Itukah hal yang akan kita terus berikan kepada bangsa kita? Lalu jika orang-orang yang memiliki uang lebih bisa pergi ke negara luar, untuk orang-orang yang bertaraf ekonomi menengah ke bawah harus pergi kemana untuk bisa mendapatkan penjelasan lengkap saat dokter yang mereka datangi tidak mau melakukan hal itu? Itu pertanyaan besar yang juga harus kita pikirkan.
Dedikasi seorang dokter yang baik lambat laun mungkin terlupakan oleh pelaku-pelakunya. Tapi, kita pada akhirnya yang sudah melihat banyak kasus yang misalnya kita ketahui salah, harus belajar dan sadar. Jadi, bukan menambah deretan panjang keluhan masyarakat terhadap dokter saat ini. Itu tugas kita. Tugas mahasiswa kedokteran untuk makin sadar bahwa kita sebenarnya merupakan harapan masyarakat untuk bisa memberikan kinerja terbaiknya kepada bangsa.

sumber : http://ceritahati23.wordpress.com/2012/06/24/dedikasi-untuk-bangsa/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar